Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Friday, September 9, 2016
Puisi Menyedihkan Tragis Sakitnya tuh Disini
Puisi Menyedihkan Tragis Sakitnya tuh Disini

Malam ini aku mau pergi membunuh
Membunuh semua rasa penyesalanku
Membunuh semua rasa yang tersisa untukmu
Membunuh malam-malam keji yang kulalui dengan menantimu
Mau ku bunuh satu persatu
Mau ku bunuh hingga tak ada lagi yang bernafas
Malam ini aku masih sendu
Masih marah pada diriku sendiri
Masih enggan menatap pantulan diri di kaca
Masih benci melihat kebelakang yang penuh senyumu
Masih hidup dengan berharap pada yang tersisa
Mau bunuh semuanya
Malam ini aku bawa pisau
Pisau tajam yang akan mengiris semua pengkhianatan mu
Pisau tajam yang akan memotong segala nadi yang berdetak akan memorimu
Pisau tajam yang akan menyayat tiap lembar cerita aku dan kamu
Pisau tajam yang akan melukai satu hati suci yang terlalu menyanjungmu
Malam ini..ya malam ini..
Demi semua darah yang mengalir atas kekaguman ku padamu
Demi jutaan rindu yang terbuang karna angkuhmu
Demi sapaan sampah yang terus memanggilku
Demi jahitan jahitan yang tak pernah rapat menutup luka ku
Demi kamu! Demi aku! Demi tak pernahnya ada kita!
Malam ini..
Aku siap..siap tidak siap, akan ku siapkan semua keberanian untuk memotong jalan sendu ini
Siap untuk berlumuran darah kenangan tak tersentuh kita
Siap untuk menapak dan menolak untuk terseok di lingkaran kenangan yang menyayat
Siap untuk membunuh semua tentang kamu yang tersisa disini
Siap mengorek semua borok hati yang tercipta dari perkenalan aku dan kamu
Siap mencuci otak agar bersih dari tatap dan senyum mu
Siap..aku siap! Mau atau tidak mau..aku harus siap
Ya..malam ini.. Mau ku bedah isi kepala, hati dan kenangan ku akan kamu
Mau ku buang hingga kau tau apa rasanya menjadi sampah
Mau ku lantangkan segala tangis yang selama ini kusembunyikan
Mau teriak sekeras kerasnya!
Mau bilang kamu sungguh brengsek!!
Mau tampar semua kebodohan ku
Mau kubunuh urat malu ku untuk membuang semua cerita kita
Mau kubakar hingga yang tersisa hanya abu
Hanya abu..ya abu..
Abu yang akan kusebarkan dimakam mu
Di makam kenangan tak tersentuh aku dan kamu
Panggil aku gila
Aku gila karena menjadi sampah mu
Aku gila tak terima tak bisa menyentuh mu
Aku gila ditinggal kamu
Aku orang gila yang mau jadi pembunuh
Aku si gila yang terlalu menggilai mu
Aku makin gila saat ku tau semuanya sudah tak tersentuh
Gila biarkan aku jadi gila, dari pada ku biarkan nadi ini terus berdenyut kenangan aku dan kamu
Biarkan biarkan aku menggila dengan kegilaan ku
Malam ini, terakhir.. Ku bunuh kau! Kenangan tak tersentuh ku
Matilah kau! Pergi ke alam astral yang tak akan pernah kujumpai sebelum ku mati
Mati.. Pergilah kau mati kenangan ku
Atau..biarkan aku yang mati
Mati rasa pada kenangan tak tersentuh aku dan kamu.
By : @ekaotto
( Baca Juga : Puisi Hidup Galau Dalam Dua Hati )
Available link for download
Saturday, September 3, 2016
Kumpulan Puisi Pilihan Terbaru 2016
Kumpulan Puisi Pilihan Terbaru 2016

Hallo sobat Puisi, kali ini kami kumpulan puisi puisi indah, puisi cinta,puisi pilihan yang kami rangkum untuk menjadi inspirasi dalam hasil karya tulisan anak bangsa yang akan menginspirasi kamu. berikut Kumpulan puisinya.
AKU ( karya : Chairil Anwar )
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
KRAWANG-BEKASI (karya : Chairil ANwar)
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
DIPONEGORO (karya : Chairil Anwar)
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
PAHLAWAN TAK DIKENAL (karya : toto Sudarto Bachtiar)
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda
KITA BERJUANG (karya : Usmar Ismail)
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda
KITA BERJUANG (karya : Usmar Ismail)
Terbangun aku, terloncat duduk
Kulayangkan pandang jauh keliling
Kulihat harilah terang jernilah falak
Kuisap
Legalah dada
Kupijak tanah
Kudengar bisikan
Hatiku rawan
Kita berjuang!
Kita berjuang!
Sebagai dendang menyanyi kalbu
Bangkitlah hasrat damba dan larang
Ingin meda ridlah menyerbu
"Beserta saudara turut berjuang"
TERATAI (karya : Sanusi Pane)
Dalam kebun ditanah airku,
Tumbuh sekuntum bunga teratai,
Tersembunyi kembang indah permai,
Tidak terlihat orang yang lalu.
Akarnya tumbuh di hati dunia,
Daun bersemi laksmi mengarang,
Biarpun ia diabaikan orang,
Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o Teratai Bahagia,
Berseri di kebun indonesia,
Biar sedikit penjaga taman.
Biarpun engkau tidak dilihat,
Biarpun engkau tidak diminat,
Engkaupun turut menjaga Zaman
RADEN AJENG KARTINI (karya : Sides Sudiyarto Ds)
Engkau Bagai Cahaya Senja
Yang hadir memberikan penerangan
Engkau Laksana Lentara
Penerang segala kegelapan
Langkahmu adalah masa depanku
penentu kehiduapan Mutu
Perjuanganmu Laksana jalan
Tuk Menggapai Masa depan Cerah
21 April kami rayakan kemenangan
Seribu kata dalam satu ungkapan
Impianmu adalah harapanku
Di tengah kerasnya badai kehidupan
Diponegoro (khairul anwar)
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar
Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api
Panah di atas menghamba
Binasa di atas ditinda
Sungguh pun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
(baca juga : Puisi Tergalau tragis memilukan Putus cinta )
(baca juga : Puisi Tergalau tragis memilukan Putus cinta )
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang - See more at: http://nzsidik.blogspot.co.id/2013/05/puisi-diponegoro-karya-chairil-anwar.html#sthash.0EsTmgBL.dpuf
Available link for download
Saturday, August 27, 2016
Kumpulan Puisi Syair Kecil Cinta dan Kehidupan
Kumpulan Puisi Syair Kecil Cinta dan Kehidupan

Berikut ini kumpulan Syair kecil, puisi indah, renungan hidup, kata-kata bijaksana, yang kami rangkum melalui twitter @syairkecil untuk menjadi inspirasi bagi pembaca.
- Cinta adalah tentang maaf tak terukur, menjaga jalan takdir yang tak akan pernah melangkah mundur
- Kita adalah pasangan jiwa, segala luka yang kau derita, aku turut merasa perihnya
- Semestinya, kita hanya menyerahkan hati kepada yang kita yakin tak akan pernah menghancurkannya. Semestinya..
- Tak ada yang sia-sia. Bahkan kehilangan adalah cara takdir mengajari kita untuk menghargai yang masih tersisa
- Inilah saatnya kepingan rindu kukemas ulang, ketika rasa tak menemukan ruang buat berkembang
- Ketika kepadamu cinta telah memilih, tak akan ke lain hati dia beralih
- Bisa saja luka menajamkan rasa, karena bahagia seringkali menumpulkan logika
- Ada kepingan yang tertinggal, dalam rasa yang dipaksa untuk berubah namun tak pernah bisa sepenuhnya musnah
- Terluka bukan alasan berhenti mencinta, sebagaimana tersungkur bukan alasan berhenti melangkah
- Aku mencintaimu dalam rahasia.. sebab kutahu mengharapkanmu adalah hasrat sia-sia
- Kaktus yang kuat tidak mau tumbuh di tanah lunak, kapal tak akan dianggap hebat kalau belum pernah lolos melalui badai...
- Hobi terburuk di dunia --> membuat orang jatuh tanpa pernah sungguh-sungguh ingin meraihnya
- Hidup ini menggemaskan. Kita tak bisa memilih, siapa untuk diingat, siapa dilupakan. Kenangan berkunjung semaunya
- Seperti bebunga yang memekar hanya untuk meluruh lagi. tapi setidaknya dia sudah punya musim seminya sendiri
- Melihat foto-foto tua seringkali membuat gentar; betapa esok kita hanya tinggal sejarah. Atau bahkan itu pun tidak ada
- Rasa syukur lebih mudah datang ke hati orang yang tak terlalu suka mengukur-ukur ;)
- Tanyalah hatiku. Sebab ia telah mencair. Mengalirkan rindu untukmu..
- Duduk bertopang dagu merenung kupu mengecup bunga Lenalah aku sementara waktu dlm rangkum kenangan lama #AmirHamzah
- Ini hari, bukan lagi waktunya untuk tersihir pesona kata-kata karena hidup dan nasib sudah menagih bentuknya
- Jangan hanya memelukku. Dekap juga segenap kerinduan yang melarut di dalamnya
- Membuka jendela masa lalu, menyaksikan debu beterbangan dari hatiku yang dulu dilalap api
- Kemerdekaan bukan hadiah. Dia ditebus dengan tumpahan darah #RI70
- Di bening matamu, kutemukan masa depanku. Di teduh wajahmu, masa laluku menemukan damainya
- Kadang orang harus tiba di pinggir jurang kematian untuk bisa menerima iman. Entah saat itu masih berguna atau tidak
- Secepat ini aku terbenam dalam rindu, padahal baru saja engkau berlalu..
- Bunga akan tetap mempersembahkan keharumannya, bahkan kepada tangan yang meremukkan kelopaknya ~ Ali bin Abithalib
- Penampilan memikat mata tetapi kecerdasanlah yang mengikat hati
- Hidup adalah perjalanan dan nilai sebuah perjalanan sangat ditentukan oleh siapa yg menemanimu dalam perjalanan itu
- Hiduplah di dunia seakan kamu cuma orang asing yang sedang melintas dalam sebuah perjalanan -Muhammad SAW
- Hati itu seperti sepotong wafer. Satu-satunya cara membaginya adalah dengan mematahkannya
- Berbuat baik, Allah balas dgn yg jauh lebih baik. Berbuat jahat takkan dibalas lebih dari kejahatan itu. QS Alqashash
- Ramadhan adalah Kekasih yang dirindukan. Pelepas lelah dan segala penat, Pembebas diri dari dosa yang terus memberat
- Merindukanmu semacam rasa haus. Dan saat ini aku terjebak di tengah gurun yg tandus
- Walau ikatan telah terputus namun rasa di hati belum sepenuhnya pupus
- Jangan berputus asa atas kehidupan. Seseorang mungkin saja diam-diam tetap berdoa untuk yg terbaik bagimu
- Kadang ada perih yang tak sempat dicatat. Kadang pengorbanan membeku di sudut hening cerita
- Tangis kami untuk adik-adik korban tragedi di Manduamas. Semoga Tuhan menerima kalian dgn pelukan-Nya yg penuh cinta..
- Jangan hanya tahu bertanya kapan hujan akan turun. Sempatkanlah diri membaca pergerakan awan
- Jangan mau menjadi hamba dari keinginan-keinginanmu. Mereka tuan yang kejam..
- Kadang kamu tahu kapal sudah berlayar. Tapi itu tak bisa mencegahmu kembali ke dermaga, berharap dia bersandar lagi
- Mungkin itu bukan angin. Bisa jadi dedaunan melambai karena ingin mengusir sepi yang dingin
- Pada cinta yang bersahaja, ada benderang cahaya yang tak mengenal senja
- Dia yang mencabut cahaya dari langit dan membungkusnya dengan selimut gulita
- Sesunggunya kita semua adalah terpidana mati. Belum tahu saja, kapan dieksekusi oleh Sang Pemilik Waktu
- Andai kautahu apa yang telah kulalui untuk meraih dan menjagamu, maka seketika kau akan setuju ini bukan rasa biasa
- Seperti sapuan kuas yang kuat. Hadirmu sejenak, tapi sungguh memberi warna
- Di dunia, nikmatilah mewahnya berkendara. Tapi ingat, pada akhirnya kelak kamu akan berkeranda
- Begitu kauputuskan untuk menerima semua sisi gelapnya, maka saat itulah cinta akan mengantarmu kepada cahaya
- Tak ada yang lebih pahit untuk ditelan daripada rasa cemburu yang tak punya hak untuk ditunjukkan
- Hati bukan batu. Ia bisa berubah. Maka memegang janji adalah perjuangan yang tak mudah
- Terlalu yakin semua masalah bisa kau pecahkan sendiri, jangan-jangan itu wujud kesombongan hati
- Dalam setarikan napas hidup, ada jejak bias cahaya yang tak akan pernah meredup
- Ketika cinta harus memilih, maka setiap pilihan pasti akan mengiris bagian tertentu di hatimu
- Bukan rasa di hatiku yang tak mau tumbuh, tapi hasrat di jiwamu yang tak hendak memeluk akarnya
- Gpp mbaa, kdg crta prjalanan ksah itu yg mnarik @syairkecil Setiap kisah pasti ada ujungnya. Dan celakanya, tak selalu terpastikan bahagia
- Rasa harus dikemas pulang. Ketika waktu penantian panjang akhirnya sia-sia terbuang
- Setiap kisah pasti ada ujungnya. Dan celakanya, tak selalu terpastikan bahagia berkenan menunggu di sana
- Semacam rindu yang tak tuntas berlabuh. Terombang di sisi dermaga keraguan yang terus menjauh
- Tak semua rasa bisa menerjemahkan dirinya. Seperti tak semua keindahan masih butuh diberi nama
- Paling menyesakkan, ketika tiba-tiba tersadar sedang terjebak dalam kerumunan tanya tak berjawab
- Tak seperti angin yang sekadar singgah melintas, kenangan hadir dengan jejak yang perih menggilas
- Dulu pernah ada beribu hasrat. Kini dikepung rindu akan indah wajah-Mu, semua meluruhdebu, tak lagi terlihat
- Kerinduan ada untuk disampaikan. Jika terus disimpan, maka ia hanya akan menjadi gumpalan rasa tak bertuan
- Betapa anehnya, keindahan-keindahan terdahsyat hanya bisa dilihat justru dengan menutup mata
- Cinta begitu singkat. Kenangan abadi melekat
- Akan datang masanya ketika aku tinggal endapan kenangan. Ketika kau akhirnya belajar, waktu terus melesat ke depan
- Adalah lara, ketika orang yang kauharap akan menghapus air mata, malah membuatmu menangis terbata-bata
- Keberanian perlu, tapi lebih penting keadilan. Sebab ketika keadilan sudah tegak, keberanian tak lagi diperlukan
- Cinta, sebagaimana hidup itu sendiri, pada tahap tertentu bisa dikendali. Tapi selanjutnya adalah ttg penyerahan diri
- Kita bisa memilih ke arah mana mata harus melihat. Tapi kita tak bisa memilah, kepada siapa hati akan terikat
- Jangan mencinta terlalu dalam? Seakan kita punya kemudi untuk mengendalikan rasa
- Tak ada yang bernama kepastian. Bahkan janji mentari terbit esok pagi, bisa saja terperangkap gumpalan awan
- Kamu adalah juring yang tercecer. Lingkaran kehidupanku membutuhkanmu untuk bisa kembali utuh
- Jika kau menyimpan kebohongan, selama itu pula jiwamu dibayangi ketakutan
- Usia berlalu sia-sia bila kau memilih jalan yang sama, dengan mereka yang patah karena waktu
- Masihkah layak disebut anugerah, bila dia selalu membuat hatimu berdarah
- Hanya dengan belajar memahami, cara terbaik mengurangi rasa kecewa di hati
- Cintai apa yg tersisa, atau hidup akan memaksamu meratapi yang sudah terlanjur binasa
- Yang paling penting bukan kisahnya, tetapi dengan siapa kau membangun kisah itu
- Semoga kau dapat kepenuhan cinta dalam aku tiada. Terpecah dua benua, suatu kelupaan di sisik samudra #Sitor
- Betapa menyesakkannya, cinta kadang baru bisa dipahami justru setelah ia berlalu
- Wanita sesungguhnya tidak meminta dimengerti. Cintai saja, dan biarkan cinta itu yang menerjemahkannya untukmu
- Dalam tangis atas sebuah kehilangan kdg kita bertanya, pernahkah kita benar2 memiliki? Bukankah waktu pun pinjaman
- Pada jalan sepi cinta, terucap segala indah pinta, dalam aksara yang tersurat tanpa tinta
- #HanyaKarena cintaku belum bisa membuatmu bahagia, bukan berarti aku tidak mencintaimu dengan segala yang kupunya
Available link for download
Friday, August 19, 2016
Puisi Patah Hati Tentang Cinta
Puisi Patah Hati Tentang Cinta
Puisi Cinta - GUNDAH
oleh: Abu Bakar Rifai
Risau hati begitu jelas kurasakan. Menguak misteri yang selama ini terpendam. Membuat aku tertunduk terdiam. Menahan perih yang teramat mendalam. Gundah gulana hatiku kini. Luka jiwa tak ku hiraukan lagi. Ingin aku pergi tinggalkan dunia ini. Tuk lupakan semua yang telah terjadi. Ruang hampa kian menyelimutiku. Temaram hitam semakin membenamku. Angan asa turut menuntunku. Membawaku lenyap dalam bayang semu. Risalah cinta membuatku lemah. Rasa...
Available link for download
Subscribe to:
Posts (Atom)